Senin, 23 April 2012

SISTIM PERNAFASAN MANUSIA

Diposting oleh Fany Rosita Dewi di 05.46

Sistem Pernafasan Pada Manusia

Sebagai makhluk hidup, kita masih hidup sampai saat ini karena setiap saat selalu  bernapas menghirup  udara. Apa jadinya jika di dunia ini Tuhan tidak memberikan udara? Pasti makhluk hidup tidak akan ada karena tidak bisa melakukan proses pernapasan. Dalam kegiatan ini, kalian akan belajar mengenai sistem pernapasan dan bagian-bagiannya. Kalian juga akan mempelajari mengapa sistem ini sangat penting bagi kehidupan manusia.

Pernapasan adalah proses pertukaran gas antara makhluk hidup dengan lingkungannya.  Dalam proses pernapasan, oksigen  merupakan zat kebutuhan utama.   Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari lingkungan sekitar. Oksigen diperlukan untuk  oksidasi (pembakaran) zat makanan, yaitu gula (glukosa).   Proses oksidasi makanan bertujuan untuk menghasilkan energi.  Energi yang dihasilkan digunakan untuk aktivitas hidup, misalnya pertumbuhan, mempertahankan suhu tubuh, pembakaran sel-sel tubuh, dan  kontraksi otot.  Selain menghasilkan energi, pernapasan juga menghasilkan karbon dioksida, dan uap air.  

Proses pernapasan pada manusia berjalan tidak secara langsung, artinya udara tidak berdifusi langsung masuk ke dalam sel tubuh melalui permukaan kulit. Udara masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Berikut ini akan dijelaskan alat-alat pernapasan dan mekanismenya.

1. Alat Pernapasan
Alat pernapasan adalah alat atau bagian tubuh tempat O2 dapat berdifusi masuk dan sebaliknya CO2 dapat berdifusi keluar pada respirasi aerob. Alat pernapasan pada manusia terdiri atas rongga hidung,  faring ( tekak),  laring ( pangkal tenggorokan),  bronkus (cabang batang tenggorokan), dan  pulmo (paru-paru).

a.   Rongga hidung ( cavum nasalis)

Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum  nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir. Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama  udara. Juga terdapat  konka  yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. Jadi,  rongga hidung  berfungsi untuk: menyaring udara, melembapkan udara, dan memanaskan udara.

b.     Faring ( tekak)

Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring berbentuk seperti tabung corong, terletak di belakang rongga hidung dan mulut, dan tersusun dari otot rangka. Faring berfungsi sebagai jalannya udara dan makanan. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan ( orofaring) pada bagian belakang. 

c.       Laring (pangkal tenggorokan)

Laring terletak antara faring dan  trakea. Laring tersusun atas sembilan buah tulang rawan.  Bagian dalam dindingnya digerakkan oleh otot untuk menutup serta membuka glotis.  Glotis adalah lubang mirip celah yang  menghubungkan trakea dengan faring. Laring memiliki katup yang disebut epiglotis.  Pada saat menelan makanan,  epiglotis tertutup sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju kerongkongan.  Makan sambil  berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena  saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian,  saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara  tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan. Di dalam laring, selain  terdapat epiglotis juga ditemukan adanya pita suara.  Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara.

d.     Tenggorokan ( trakea)

Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada. Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.

e.    Cabang-cabang tenggorokan ( bronkus)

Tenggorokan ( trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi  bronkiolus. Dinding bronkiolus tipis dan tidak bertulang rawan.

f.    Paru-paru ( pulmo)
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. Di bagian samping paru-paru dibatasi oleh  otot dan rusuk, sedangkan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.  Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut.  Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan ( pulmo dekster)  yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (  pulmo sinister)  yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut   pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam ( pleura  visceralis)  dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar ( pleura  parietalis).
Di dalam paru-paru terdapat bronkus dan bronkiolus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi pembuluh halus yang berakhir pada gelembung paru-paru yang disebut  alveolus. Dinding alveolus sangat tipis dan elastis, serta terdiri dari satu lapis sel yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh kapiler darah. Pada alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida. 

2.  Mekanisme Pernapasan Manusia

Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun, karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam.Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam  alveolus dengan darah dalam  kapiler. Pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam  kapiler dengan sel-sel tubuh.  Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar, maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.

Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara ( inspirasi)  dan pengeluaran udara ( ekspirasi)  maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.

a.    Pernapasan Dada

Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

1). Fase inspirasi

Fase ini berupa berkontraksinya otot antar-tulang rusuk sehingga rongga dada mengembang. Pengembangan rongga dada menyebabkan volume paru-paru juga mengembang akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

2) Fase ekspirasi

Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antartulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Rongga dada yang mengecil menyebabkan volume paru-paru juga mengecil sehingga tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar. Hal tersebut menyebabkan udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

b.    Pernapasan Perut 

Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan
aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada.
Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua fase, yakni: 

1) Fase inspirasi

Fase inspirasi merupakan kontraksi  otot diafragma  sehingga mengembang, akibatnya paru-paru ikut mengembang. Hal tersebut menyebabkan rongga dada membesar dan tekanan udara di dalam paru-paru lebih kecil daripada tekanan udara luar sehingga udara luar dapat masuk ke dalam.

2) Fase ekspirasi 

Fase ekspirasi merupakan fase relaksasi otot diafragma (kembali ke posisi semula) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru lebih besar daripada tekanan udara luar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.

3. Kapasitas Paru-Paru

Kapasitas paru-paru adalah kemampuan paru-paru menampung udara pernapasan. Kapasitas paru-paru dapat diuraikan sebagai berikut:
a.  Udara   tidal, yaitu udara yang keluar masuk paru-paru pada saat pernapasan biasa. Jumlah volume udaranya sebesar 500 ml.
b.  Udara   komplementer, yaitu udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
c.  Udara   suplementer, yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan setelah melakukan ekspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.
d. Kapasitas   vital   paru-paru, yaitu kemampuan paru-paru untuk melakukan respirasi sekuat-kuatnya atau merupakan jumlah udara tidal, udara komplementer, dan udara suplementer. Jadi besarnya volume kapasitas vital  paru-paru kurang lebih 4 liter.
e.  Udara residu,  yaitu udara yang masih terdapat di dalam paru-paru setelah melakukan respirasi sekuat-kuatnya. Jumlahnya kurang lebih 500 ml.
f. Kapasitas   total   paru -paru, yaitu seluruh udara yang dapat ditampung oleh paru-paru.

Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai 4.500 cc. Udara ini dikenal sebagai  kapasitas total udara pernapasan manusia. Walaupun demikian, kapasitas vital udara yang digunakan dalam proses bernapas mencapai 3.500 cc, yang 1.000 cc merupakan sisa udara yang tidak dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai  residu atau  udara sisa.  Kapasitas vital setiap orang berbeda-beda. Kapasitas vital dapat kalian rasakan saat kalian menghirup napas sedalam mungkin dan kemudian menghembuskanya sekuat mungkin. Cara mengukurnya dapat dilakukan dengan alat spirometer. Spirometer merupakan alat pengukur kapasitas paru-paru seseorang. Perhatikan gambar 6.6. Spirometer yang konvensional terbuat seperti tangki yang memiliki selang. Seseorang yang ingin mengetahui kapasitas paru-parunya dapat menghembuskan napas pada selang. Pada alat yang lebih modern, spirometer  telah dihubungkan dengan komputer.Dalam keadaan normal, kegiatan inspirasi dan ekspirasi dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500 cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal ± 500 cc).  Kapasitas tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk paru-paru pada pernapasan normal. Dalam keadaan luar biasa, inspirasi maupun ekspirasi menggunakan sekitar 1.500 cc udara pernapasan ( expiratory reserve volume = inspiratory reserve volume  = 1.500 cc). Dengan demikian, udara yang digunakan dalam proses pernapasan memiliki volume antara 500 cc hingga sekitar 3.500 cc.  Dari 500 cc udara inspirasi/ekspirasi biasa, hanya sekitar 350 cc udara yang mencapai alveolus, sedangkan sisanya mengisi saluran pernapasan. Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan. < F.R.D >

0 komentar:

Posting Komentar

 

Fany Rosita Dewi Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting